5 Mitos yang Sering Dipercaya Soal Kampung Inggris Pare

5 Mitos yang Sering Dipercaya Soal Kampung Inggris Pare Ternyata Nggak Semuanya Benar

Seiring berkembangnya media informasi, Kampung Inggris yang bertempat di Pare, Kediri semakin familiar di semua Indonesia. Namun arus informasi yang tak terbendung mengenai Kampung Inggris, nggak jarang justeru timbul mitos atau misinformasi.

Nah sebagai penduduk yang tinggal di dekat Kampung Inggris, Aku merasa butuh meluruskan sejumlah anggapan yang sekitar ini keliru tentang Kampung Inggris.

1. Semua penduduk lokal menggunakan Bahasa Inggris

5 Mitos yang Sering Dipercaya Soal Kampung Inggris Pare Ternyata Nggak Semuanya Benar

5 Mitos yang Sering Dipercaya Soal Kampung Inggris Pare Ternyata Nggak Semuanya Benar

Meski ada sejumlah warga lokal yang dapat berbahasa Inggris, tetapi dalam kehidupan sehari-hari, nyaris semua warga menggunakan bahasa jawa. Namun sebab banyaknya murid kursus yang mempraktekan bahasa Inggrisnya dalam pembicaraan sehari-hari di jalan, warung, atau lokasi tempat nongkrong. Jadi keadaan Inggrisnya terasa karena tidak sedikit siswa yang berbahasa Inggris.- Agen Judi Online Terbesar Populer Terpercaya Di Asia

2. Pengajar di Kampung Inggris tersebut bule atau native speaker

Meski kadang terdapat bule yang ke Kampung Inggris, tetapi tujuan bule ke dusun inggris tersebut seringkali tidak lama. Kebanyakan pengajar di Kampung Inggris ialah sesama orang Indonesia yang mana seringkali mereka alumni Kampung Inggris juga. Mayoritas pengajarnya masih berusia 20-30 tahun.

3. Belajar di Kampung Inggris bisa buat kamu langsung pintar Bahasa Inggris

Program di Kampung Inggris paling bervariasi, mulai dari 2 minggu sampai 1 tahun. Tentu saja bila Kamu hanya belajar 2 minggu, maka hasilnya nggak bakalan signifikan menambah kemampuanmu berbahasa Inggris. Namun bila kamu belajarnya berbulan-bulan, mestinya sih terbit Kampung Inggris anda udah lumayan lancar bikin ngomong.

4. Kampung Inggris ialah nama 1 lembaga kursus Bahasa Inggris

Lembaga Basic English Course (BEC) yang didirikan tahun 1977 menjadi pionir berdirinya Kampung Inggris di Pare. Perlahan BEC mulai dikenal luas dan semakin tidak sedikit yang hendak belajar di BEC. Karena tingginya minat masyarakat mempelajari bahasa Inggris, makin hari jumlah peserta kursus maupun lembaga kursus pun semakin banyak. Hingga kini, terdapat puluhan kursus bahasa Inggris di wilayah Kampung Inggris, laksana Peace, Elfast, Mr BOB, Global English, dll.

5. Biaya di dusun inggris mahal alias menghabiskan kantong

Belakangan ini, tidak sedikit agency/broker yang menjadi perantara murid ke lembaga kursusnya. Nah agency ini seringkali menaikan ongkos bimbel untuk memungut untung. Kalau anda langsung susunan di bimbelnya, biayanya nggak terlampau mahal kok. Misalnya guna program reguler speaking, kamu dapat ikut kursus 2 minggu dengan ongkos 80an ribu sekitar 2 minggu tersebut! Murah banget kan?