8 Alasan Untuk Hidup Sederhana di Usia Muda

8 Alasan Untuk Hidup Sederhana di Usia Muda

“Masih muda, tidak boleh pelit-pelit sama diri sendiri. Kalau terdapat rezeki lebih ya manjain diri. Buat apa punya fulus kalau nggak dapat kita nikmati?”

Iya sih, punya duit dan rezeki memang bikin dinikmati. Sudah kerja hingga malam tiap hari, masa nggak sekali-sekali mengasyikkan diri? Tapi tidak boleh kelewatan! Menurut Agen Judi Online Terbesar Terbaik Di Asia  Di umur ini, anda masih butuh “pelit” ke diri sendiri. Jangan hedon, hidup sesederhana mungkin, irit sebisa mungkin.

Ini memang umur yang menyenangkan sebab akhirnya kamu dapat punya duit sendiri. Tapi bila kamu sadar, ongkos hidup pun semakin lama semakin tinggi. Pelit pada diri sendiri ketika ini, ialah tanda bahwa anda sayang dengan masa depanmu nanti.

8 Alasan Untuk Hidup Sederhana di Usia Muda

8 Alasan Untuk Hidup Sederhana di Usia Muda

1. Kamu tahu bila keinginanmu nggak bakal pernah habis. Semakin anda turuti, semakin tidak sedikit yang hendak kamu beli

Keinginan bertolak belakang dengan kebutuhan. Kebutuhan ialah hal-hal yang bila nggak ada, anda nggak akan dapat hidup. Misalnya makanan, pakaian, dan lokasi tinggal. Sedangkan keinginan, ialah hal-hal yang hendak kita dapatkan meskipun sebetulnya kita nggak butuh-butuh banget. Misalnya, anda lihat tas yang bagus masa-masa jalan-jalan di mall. Meskipun anda sudah punya tidak sedikit tas, anda impulsif hendak membelinya.

Nggak apa-apalah, mumpung lagi diskon ini. Duit kan dapat dicari.

Ada saatnya anda begitu mengharapkan ini dan itu. Sisi borosmu membisikkan bahwa ‘nggak apa-apa memanjakan diri sesekali’. Tapi andai kamu menuruti keinginanmu untuk melakukan pembelian tas diskon itu, bukan berarti anda akan berhenti mengharapkan tas-tas yang lain. Setiap anda menuruti satu keinginan, kemauan lain bakal muncul. Sudah kodratnya bahwa insan tidak pernah puas dan selalu mengharapkan yang lebih. Keinginanmu tidak bakal ada habisnya. Inilah kenapa, sifat “pelit” dapat sangat berguna.

Dengan pelit pada diri sendiri, kamu dapat mengatur keinginanmu. Bukan keinginanmu yang menata hidupmu.

2. Pelit pada diri sendiri pun melatih kedisiplinan. Bagi mendapat yang lebih baik anda selalu mesti bersabar

“Eh terdapat kafe baru yang jualan mie rebus ala restoran! Katanya sih enak. Pengin nyobain deh malam ini…eh namun jatah santap hari ini Cuma lumayan buat beli nasi telor di warteg. Duh… apa pakai simpanan aja? Ah… nggak deh. Hari ini santap di warteg aja!”

Hidup boros tentunya bukan keinginanmu. Kamu pun mau punya tidak sedikit tabungan dan di masa mendatang nggak akan kelemahan uang. Karena itulah, semenjak muda kamu berjuang mengatur keuanganmu sendiri. Kamu telah menerapkan sekian banyak teori budgeting ini dan itu. Tapi entah kenapa, pengaturan finansial yang anda lakukan nggak pernah berjalan cocok keinginan. Selalu saja ada duit yang bocor, dan ending-endingnya, dana yang harusnya anda tabung ikut ludes.

Inilah mengapa mulai sekarang anda harus mulai pelit untuk dirimu sendiri. Memperhitungkan seluruh yang anda keluarkan guna dirimu sendiri bakal membantumu guna lebih disiplin. Kamu mesti kejam pada dirimu sendiri dengan menampik saat anda menginginkan sesuatu yang nggak penting-penting banget. Dengan bersikap pelit pada dirimu sendiri, anda akan terlatih guna disiplin. Coba deh pelit pada diri sendiri sebulan ini. Dengan begitu, budget bulananmu nggak bakal bocor lagi.

3. Lebih urgen nabung daripada terlalu tidak jarang hidup hedon. Makan enak melulu untuk sementara, tabungan dapat untuk masa depan

Godaan guna meng-hedon memang tidak jarang kali ada. Apalagi bila kamu memang punya dana. Pikirmu, ya sudahlah nggak apa-apa. Toh kamu pun berhak bahagia. Tapi mulai hari ini jajaki pikirkan lagi. Saat kamu berfoya-foya dengan membeli semuanya baju-baju bermerk di mall, atau ketika kamu bersenang-senang dengan makan-makanan enak dan mahal di restoran, kesenanganmu melulu sesaat bukan? Sementara itu, hidupmu masih panjang (dan akhir bulan ketika gajian masih lama).

Kamu tidak bakal pernah tahu apa yang bakal terjadi besok, atau lusa, atau bulan depan. Apakah tersebut masih bersarti sayang andai kamu mengorbankan hidupmu di masa mendatang untuk kesukaan yang melulu ‘sehari’? Menabung jelas lebih urgen daripada terlalu tidak jarang meng-hedon. Menabung ialah caramu menyayangi masa depanmu sendiri.